Jump to content

Studi Agama-Agama

From Wiki Kampus UIN Alauddin Makassar
Revision as of 19:13, 7 June 2026 by Contact.khaidirakbar (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Program Studi Perbandingan Agama (Studi Agama-Agama) pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar merupakan program pendidikan jenjang Sarjana (S1) yang berfokus pada kajian interdisipliner mengenai agama-agama dan dinamika sosial-keagamaan dalam masyarakat multikultural. Program studi ini dirancang untuk menjawab tantangan keragaman budaya dan agama di Indonesia melalui pendekatan akademis yang toleran, inklusif, dan berbasis dialog antaragama. Lulusan program studi ini berhak menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag.) dengan kode program studi 34217. Dari aspek historis, Program Studi Perbandingan Agama memiliki akar yang panjang sejak didirikan pada tahun 1972 sebagai Jurusan Perbandingan Agama. Dalam perkembangannya, melalui Surat Keputusan Dirjen Binbaga Islam Nomor E/50/1999, jurusan ini sempat menaungi dua minat studi, yaitu Kajian Agama-Agama dan Sosiologi Agama. Seiring dengan transformasi kelembagaan IAIN menjadi UIN Alauddin Makassar pada tahun 2005, kedua minat studi tersebut mulai dikembangkan secara lebih spesifik dan diperkuat melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 36 Tahun 2009. Pada akhirnya, sejak Oktober 2015, Program Studi Perbandingan Agama resmi berdiri secara mandiri, terpisah dari Sosiologi Agama, baik secara manajemen maupun akademik. Visi Program Studi Perbandingan Agama adalah menjadi pusat kajian agama-agama dan kearifan lokal secara komprehensif dan holistik dalam rangka mewujudkan masyarakat multikultural yang berperadaban. Untuk mewujudkan visi tersebut, program studi ini mengemban misi untuk menghasilkan lulusan yang religius dan kompeten dalam kajian agama-agama, mengembangkan penelitian yang relevan dengan isu sosial-keagamaan, meningkatkan peran studi agama dalam penyelesaian konflik kemanusiaan, serta membangun jejaring kerja sama di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Dalam aspek akademik, program studi ini mengkaji berbagai isu strategis yang mencakup dimensi global, nasional, dan lokal. Pada tingkat global, kajian diarahkan pada isu-isu seperti pluralisme budaya, etika global, serta tantangan terorisme dan migrasi internasional. Pada tingkat nasional, fokus kajian mencakup konflik keagamaan, penguatan kerukunan antarumat beragama, serta peran lembaga agama dalam pembangunan masyarakat sipil. Sementara itu, pada tingkat lokal, program studi ini menekankan integrasi keilmuan Islam dengan kearifan budaya lokal, serta pelestarian tradisi masyarakat. Selain itu, pengembangan jejaring internasional melalui pertukaran akademik dan riset kolaboratif juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang program studi. Dengan demikian, Program Studi Perbandingan Agama memiliki peran strategis dalam mencetak sarjana yang mampu memahami keragaman agama secara komprehensif, membangun dialog antaragama, serta berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkeadaban.