Jump to content

Ilmu Hadis

From Wiki Kampus UIN Alauddin Makassar

Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar merupakan program pendidikan jenjang Sarjana (S1) yang memiliki peran strategis dalam menjaga otentisitas ajaran Islam melalui kajian hadis yang mendalam dan sistematis. Program studi ini berfungsi sebagai pusat pengembangan keilmuan hadis sekaligus sebagai problem solver terhadap berbagai fenomena sosial-keagamaan di masyarakat. Lulusan program studi ini berhak menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag.). Secara kelembagaan, Program Studi Ilmu Hadis resmi berdiri secara mandiri sejak tanggal 6 Oktober 2015. Namun, secara historis keilmuan, program studi ini memiliki akar yang kuat dalam tradisi akademik di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Pemisahan disiplin ilmu hadis dari Ilmu al-Qur’an dan Tafsir mulai dilakukan sejak tahun 1999 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Binbaga Islam Nomor E/50/1999. Meskipun demikian, selama periode 1999 hingga 2015, operasional program studi masih berada di bawah manajemen Ilmu al-Qur’an dan Tafsir akibat dinamika nomenklatur dan struktur organisasi. Kemandirian formal baru terwujud pada tahun 2015 melalui Surat Keputusan Dekan Fakultas Ushuluddin Nomor UF/KP.07.6/435/2015, yang menandai dimulainya pengelolaan program studi secara terpisah dan mandiri. Selain itu, keberlanjutan penyelenggaraan program studi ini juga diperkuat melalui perpanjangan izin operasional berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor Dj. I/282/2011. Visi Program Studi Ilmu Hadis adalah menjadi program studi yang unggul dalam transformasi ilmu hadis berbasis peradaban Islam. Untuk mencapai visi tersebut, program studi ini mengemban sejumlah misi, antara lain meningkatkan peran sebagai pusat kajian peradaban Islam yang moderat, menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan hadis Nabi dengan perkembangan sains, teknologi, dan kearifan lokal, serta membangun kerja sama strategis dengan berbagai lembaga dalam rangka penguatan tradisi intelektual hadis. Adapun tujuan pendidikan Program Studi Ilmu Hadis adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan analitis dalam memahami teori dan metodologi penelitian hadis secara mendalam, mampu mengimplementasikan sunnah Nabi dalam konteks kehidupan modern, serta responsif terhadap berbagai persoalan sosial-keagamaan melalui pendekatan hadis yang tepat. Lulusan diharapkan mampu membedakan kualitas hadis yang beredar di masyarakat, sehingga dapat memberikan pemahaman keagamaan yang valid dan bertanggung jawab. Urgensi keberadaan Program Studi Ilmu Hadis didasarkan pada kebutuhan akan spesialisasi epistemologis dalam kajian hadis yang memiliki karakteristik berbeda dengan disiplin ilmu Islam lainnya, meskipun tetap memiliki keterkaitan dengan al-Qur’an secara ontologis. Selain itu, program studi ini juga berperan sebagai filter terhadap informasi keagamaan, khususnya dalam menghadapi maraknya penyebaran hadis dengan kualitas yang beragam di tengah masyarakat. Dengan demikian, Program Studi Ilmu Hadis memiliki kontribusi penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam serta membangun pemahaman keagamaan yang moderat, ilmiah, dan kontekstual.