Sosiologi Agama
Program Studi Sosiologi Agama (S1) pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar merupakan program pendidikan yang berfokus pada kajian interaksi sosial dan fenomena keagamaan dalam masyarakat. Program studi ini bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang mampu menganalisis dinamika sosial-keagamaan secara kritis dan komprehensif dalam kerangka moderasi beragama. Lulusan program studi ini berhak menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos.). Secara kelembagaan, Program Studi Sosiologi Agama telah berstatus mandiri sejak Oktober 2015, setelah sebelumnya berada di bawah naungan Jurusan Perbandingan Agama. Perjalanan historis program studi ini dimulai pada tahun 1999 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Bimbaga Nomor E/50/1999, di mana Sosiologi Agama merupakan salah satu program studi dalam struktur jurusan tersebut. Pada tahap awal, penerimaan mahasiswa masih terintegrasi dengan jurusan induk. Selanjutnya, pada tahun 2004 program studi ini mulai menerima mahasiswa secara langsung bersamaan dengan Program Studi Kajian Agama-Agama. Penegasan nomenklatur kembali dilakukan melalui Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, sebelum akhirnya memperoleh kemandirian penuh secara manajemen dan akademik pada tahun 2015. Dalam perkembangannya, Program Studi Sosiologi Agama menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data tahun 2020, jumlah mahasiswa aktif tercatat sebanyak 636 orang, dengan total alumni sebanyak 417 orang yang telah terserap di berbagai sektor pekerjaan. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat serta relevansi program studi dalam menjawab kebutuhan sosial-keagamaan di masyarakat. Secara akademik, kurikulum Program Studi Sosiologi Agama difokuskan pada penguasaan konsep sosiologi makro dan mikro untuk memahami struktur sosial dan interaksi individu dalam konteks keagamaan, analisis resolusi konflik yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan, pemberdayaan masyarakat berbasis riset sosial, serta penguatan moderasi beragama guna menciptakan kehidupan yang harmonis antarumat beragama. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami fenomena sosial secara mendalam dan kontekstual. Adapun profil lulusan Program Studi Sosiologi Agama diarahkan untuk menjadi peneliti sosial yang kompeten dalam mengkaji fenomena sosial-keagamaan, penyuluh agama yang mampu membina harmoni masyarakat, aktivis pemberdayaan di lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO), serta analis kebijakan yang berkontribusi dalam perumusan kebijakan publik terkait dinamika sosial-keagamaan. Dengan demikian, program studi ini memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang inklusif, toleran, dan berkeadaban.