Category:Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Konteks Historis dan Pendirian Awal
Sejarah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) tidak dapat dipisahkan dari riwayat pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Indonesia. Lahirnya IAIN merupakan respons atas aspirasi umat Islam untuk memiliki lembaga pendidikan tinggi Islam. Pada tahun 1960, berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 11 tahun 1960, Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) di Yogyakarta dan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) di Jakarta diintegrasikan. Hasil pengintegrasian ini kemudian dikenal sebagai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang berkedudukan di Yogyakarta. Jurusan-jurusan di ADIA Jakarta kemudian ditingkatkan statusnya menjadi fakultas, seperti Jurusan Pendidikan Agama yang menjadi Fakultas Tarbiyah dan Jurusan Bahasa Arab yang menjadi Fakultas Adab.
Seiring perkembangan pesat IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, dibentuklah cabang-cabang di luar wilayahnya, salah satunya adalah IAIN Sunan Kalijaga Cabang Makassar. Cabang ini kemudian ditingkatkan statusnya menjadi IAIN mandiri pada 10 November 1965, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tahun 1965. Institut baru ini mengambil nama tokoh Raja Gowa yang pertama kali memeluk Islam, yakni Sultan Alauddin, dan dikenal sebagai IAIN Alauddin Ujung Pandang.
Pembentukan Fakultas dan Pengembangan di Bulukumba
Fakultas Dakwah merupakan fakultas kelima yang didirikan oleh IAIN Alauddin. Ide pendiriannya muncul pada tahun 1968 di Kabupaten Bulukumba atas inisiatif pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. Fakultas ini awalnya berstatus sebagai Fakultas Dakwah Filial Bulukumba dan diresmikan oleh Menteri Agama RI, K.H. Muhammad Dahlan, pada 1 Rabiul Awal 1390 H di Palu, Sulawesi Tengah. Pengesahan resminya dilakukan berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 253 tahun 1970. Pada saat itu, Drs. H. Muhyiddin Zain dan Dra. Syamsiah Noor ditunjuk sebagai dekan pertamanya.
Pada tahun 1971, status filial Fakultas Dakwah ditingkatkan menjadi Cabang Bulukumba dan memiliki satu jurusan, yaitu Bimbingan Penyuluhan Masyarakat (BPM). Selanjutnya, melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 65 tahun 1982, statusnya kembali ditingkatkan menjadi fakultas madya.
Relokasi dan Transformasi Menuju Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Pada tahun 1987, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 9 tahun 1987, serta realisasi melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 18 tahun 1988, Fakultas Dakwah dialihkan ke Ujung Pandang (sekarang Makassar). Perpindahan ini diikuti dengan penambahan Jurusan Penerangan dan Penyiaran Agama Islam (PPAI). Seiring dengan dinamika akademis, beberapa jurusan mengalami perubahan nama, seperti Jurusan BPM yang diubah menjadi Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam (BPAI) dan Jurusan PPAI menjadi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Selain itu, fakultas juga membuka jurusan baru, di antaranya Manajemen Dakwah (MD) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).
Fakultas Dakwah secara resmi berubah nama menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi setelah diterbitkannya Organisasi dan Tata Kerja (ORTAKER) UIN Alauddin Makassar melalui Peraturan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2006.
Program Studi dan Perkembangan Terkini
Sejalan dengan perjalanan panjangnya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi saat ini menaungi sejumlah program studi penting, yaitu:
- Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
- Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
- Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
- Ilmu Komunikasi (IKOM)
- Jurnalistik
- Manajemen Haji dan Umrah (MHU)
- Program Magister Pascasarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (S2)
- Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos)
Hingga tahun 2023, Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki total delapan jurusan atau program studi, yang mencerminkan komitmen terhadap pengembangan ilmu-ilmu dakwah dan komunikasi.
Pages in category "Fakultas Dakwah dan Komunikasi"
The following 7 pages are in this category, out of 7 total.