Kesejahteraan Sosial
Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kessos) pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar merupakan program pendidikan yang berfokus pada pengembangan ilmu sosial terapan untuk menghasilkan pekerja sosial profesional yang memiliki kompetensi intervensi kemanusiaan berbasis nilai-nilai Islam. Program studi ini menyelenggarakan pendidikan jenjang Sarjana (S1) dengan gelar Sarjana Sosial (S.Sos.), memiliki beban studi sebesar 144 SKS yang ditempuh dalam delapan semester, serta berada dalam rumpun ilmu sosial terapan. Visi Program Studi Kesejahteraan Sosial adalah menjadi program studi yang kompetitif dan profesional dalam pengembangan keilmuan kesejahteraan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Untuk mencapai visi tersebut, program studi ini mengemban beberapa misi utama, yaitu menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan standar profesi pekerjaan sosial di Indonesia, mengembangkan penelitian berbasis kearifan lokal, nasional, dan internasional, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui aksi sosial yang kreatif dan inspiratif, serta membangun jejaring kerja sama strategis untuk mendukung pengembangan keilmuan kesejahteraan sosial. Profil lulusan Program Studi Kesejahteraan Sosial diarahkan pada pembentukan pekerja sosial (social worker) yang profesional, terpercaya, dan berintegritas. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan dalam menerapkan etika profesi, melakukan advokasi dan pelayanan sosial secara global, serta melaksanakan intervensi psikososial terhadap individu, keluarga, dan komunitas. Selain itu, lulusan juga mampu melakukan analisis kebijakan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dengan menghargai keberagaman budaya, gender, dan latar belakang sosial. Selain profil utama sebagai pekerja sosial, lulusan juga memiliki kompetensi tambahan sebagai konselor psikososial, perencana kebijakan sosial, pengelola lembaga kemanusiaan, serta peneliti sosial yang menguasai metode penelitian kualitatif, kuantitatif, maupun action research. Lulusan juga dapat mengembangkan keahlian spesifik dalam bidang-bidang tertentu, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), penanganan kebencanaan, perlindungan anak, serta pengentasan kemiskinan. Dalam aspek kurikulum, Program Studi Kesejahteraan Sosial menerapkan pendekatan berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang terdiri atas lima kelompok mata kuliah, yaitu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), serta Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB). Kurikulum ini mencakup berbagai mata kuliah strategis, seperti intervensi sosial pada tingkat individu (case work), kelompok (group work), serta organisasi dan komunitas (community organization and community development/COCD), serta bidang spesifik seperti kesejahteraan anak, disabilitas, lansia, gender, dan kebencanaan. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti praktik lapangan melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari pembentukan kompetensi praktis. Dengan demikian, Program Studi Kesejahteraan Sosial memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga profesional yang mampu menerapkan pemikiran kritis, inovatif, dan berorientasi pada solusi dalam menangani berbagai permasalahan sosial. Lulusan diharapkan mampu melaksanakan proses intervensi sosial secara komprehensif, mulai dari tahap asesmen hingga terminasi, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman dalam praktik profesionalnya.