Jump to content

Farmasi

From Wiki Kampus UIN Alauddin Makassar

Program Studi Farmasi (S1) pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar merupakan salah satu program studi unggulan dengan tingkat peminat yang tinggi, yang berfokus pada pengembangan ilmu kefarmasian secara integratif antara sains modern dan nilai-nilai peradaban Islam. Program studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang farmasi, khususnya pada aspek pelayanan klinis dan komunitas, serta memiliki landasan etika keislaman yang kuat. Lulusan program ini memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.). Pendirian Program Studi Farmasi merupakan bagian dari transformasi kelembagaan IAIN menjadi UIN Alauddin Makassar dalam rangka memperluas cakupan keilmuan ke bidang sains kesehatan. Secara legal formal, program studi ini didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 179/MPN/KI/2004 pada tahun 2004. Sejak awal operasionalnya, program studi ini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah peminat serta keberlanjutan operasional selama lebih dari satu dekade. Dalam aspek sumber daya manusia, Program Studi Farmasi didukung oleh 21 dosen tetap yang memiliki kualifikasi akademik magister (S2) di bidang farmasi dan farmasi klinik. Kepemimpinan program studi ini telah dijalankan oleh sejumlah akademisi dan praktisi farmasi yang kompeten, di antaranya apt. Abd Rahim, M.Si., apt. Dr. Gemy Nastity Handayani, M.Si., Dr. apt. Nursalam Hamzah, M.Si., Dr. Haeria, S.Si., M.Si., apt. Andi Asrul Ismail, S.Farm., M.Sc., apt. Surya Ningsih, S.Si., M.Si., serta saat ini dipimpin oleh apt. Muh. Rusdi, S.Si., M.Si. sebagai Ketua Jurusan. Dalam pengembangan akademik, Program Studi Farmasi menerapkan strategi perbaikan berkelanjutan melalui penguatan kurikulum berbasis kompetensi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Kurikulum tersebut juga berorientasi pada praktik klinis yang didukung oleh implementasi langsung di rumah sakit. Selain itu, program studi ini menjalin kemitraan strategis dengan berbagai lembaga pendidikan, organisasi profesi seperti Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta lembaga keislaman untuk mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Penyesuaian standar mutu pendidikan juga dilakukan secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional. Fasilitas pembelajaran yang tersedia di lingkungan FKIK mendukung secara optimal proses akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Fasilitas tersebut meliputi laboratorium kefarmasian yang lengkap, gedung Computer Based Test (CBT), training center, perpustakaan fakultas, serta ruang perkuliahan seperti lecturer theater. Selain itu, tersedia pula poliklinik universitas sebagai sarana praktik klinis mahasiswa, serta berbagai fasilitas kemahasiswaan dan umum seperti ruang organisasi mahasiswa, asrama (rusunawa), sarana olahraga, dan tempat ibadah. Adapun profil lulusan Program Studi Farmasi diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Profesi Apoteker serta berkarier di berbagai sektor, antara lain sebagai praktisi farmasi klinis di rumah sakit, puskesmas, atau apotek; tenaga ahli di industri farmasi pada bidang produksi, quality control, dan penelitian serta pengembangan (R&D); tenaga profesional di instansi pemerintah seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan; serta sebagai peneliti dan akademisi yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu kefarmasian, khususnya dalam pemanfaatan bahan alam. Dengan demikian, program studi ini memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kefarmasian yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan kesehatan masyarakat